Stepper Motor 29 November 2008
Posted by prijohandoko in Uncategorized.add a comment
Stepper motor adalah motor listrik yang boleh dikatakan unik. Stepper motor bekerja tidak seperti motor listrik arus searah atau arus bolak-balik pada umumnya. Stepper motor berputar step by step. Langkah-langkah gerakan stepper motor ini mempunyai ukuran sudut tertentu yang disebut step size. Contoh step size antara lain 30 derajat/step. Dewasa ini stepper motor ada yang mempunyai stepsize 0,72 derajat/step. Semakin kecil stepsize membuat gerakan stepper motor semakin halus, sehingga secara visual putarannya tidak berbeda dengan motor listrik pada umumnya.
Hal lain yang perlu diperhatikan dari stepper motor adalah susunan kumparannya. dari susunan kumparan ini memunculkan istilah seperti stepper motor 2 fasa, 3 fasa, 4 fasa, 5 fasa. Stepper motor 2 fasa. kumparan-kumparannya disusun sedemikian rupa sehingga membentuk 2 rangkaian kumparan. stepper motor 3 fasa mempunyai 3 rangkaian kumparan. Stepper motor 4 fasa mempunyai 4 rangkaian kumparan. da stepper motor 5 fasa mempunyai 5 rangkaian kumparan
Elektropneumatik 29 November 2008
Posted by prijohandoko in Uncategorized.add a comment
Elektropneumatik merupakan gabungan antara elektronika sebagai pengendali dengan pneumatik sebagai kendalian. Sistem otomasi dewasa ini sudah umum menggunakan komponen pneumatik sebagai kendalian. Sebagai aktuator, silinder pneumatik mempunyai kelebihan yaitu, jika terhambat oleh suatu obyek sehingga silinder tidak bisa lagi bergerak, tidak ada resiko silinder atau aktuator mengalami kerusakan seperti pada motor listrik. Selain itu kecepatan kerja silinder pneumatik juga cepat, karena fluida yang digunakan adalah udara. udara merupakan medium yang ringan, sehingga mudah dipindahkan dengan energi yang kecil.
Hubungan antara pengendali elektronika dengan silinder pneumatik yang menjadi kendalian, memanfaatkan komponen yang termasuk kategori katup kendali arah (KKA). Sebenarnya yang langsung dikendalikan oleh rangkaian elektronika adalah katup ini. Katup ini berupa katup pneumatik yang menggunakan solenoid tunggal atau ganda. Solenoid ini mempunyai kumparan dengan inti logam lunak. Jika diberi tegangan, di tengah-tengah kumparan timbul induksi elektromagnetik yang mampu mendorong inti kumparan untuk menggerakkan katup. barulah gerakan bagian dalam katup yang mengatur aliran udara untuk silinder. sehingga bisa juga dikatakan bahwa katup kendali arah ini menjalankan fungsi konvertor arus listrik menjadi gerak.